95-100
Dave adalah saudara lelakiku, sangat dekat dengan nenek kami mereka sama-sama pecinta alam dan suka makan tanaman hasil mereka bertani sendiri, apabila ada waktu dave biasa mampir untuk minum kopi dirumah nenek, pads suatu hari ia mampir lagi untuk minum kopi ternyata tidak ada orang dirumah. Sebelum pergi ia melitakan segumpal tanah itu merupakan awal sebuah "kartu nama" Dave jika nenek sudah kembali dari bepergian dan melihat sebuah tanah ia tau bahwa Dave sudah mampir kerumah, mesti berasal dari keluarga miskin dimasa kecilnya di Italia, Nenek kemudian hidup berkecukupan di Amerika Serikat ia senantiasa berada dalam kadaan sehat dan menikmati kehidupannya, belum lama telah meninggal dunia karena stroke semua orang sangat berduka apalagi Dave. Di pemakaman nenek aku dan dave bersama cucu lainnya sebagai pengusung jenasah kami diinstruksikan untuk menyampaikan penghormatan kepada nenek giliran Dave duluan daripadaku kulihat dia cepat-cepat membungkuk dan meletakkan sesuatu aku tak tau apa itu. Giliranku untuk menghampiri peti nenek dan menaruh sapu tangan dan bunga anyelir, tahu-tahu mataku berkaca-kaca ketika menatap gumpalan tanah diatas peti jenazah nenek, Dave akhirnya meninggalkan "Kartu namanya" Untuk terakhir kalinya.
Ketidakhadiran dalam keseharian hidup kita seperti halnya kematian, mengabadikan citra orang-orang yang kita cintai.
~fin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar