Jumat, 02 Desember 2022

Isyarat Untuk Mengingatkan

 89-94

Ayah saya dimakamkan pada tanggal 24 Desember, Malamnya saya dan saudara saya berembuk dirumah tentang persoalan tempat tinggal ibu kami sang pendamping hidup ayah selama 54 tahun, Ayah yang membantu ibu yang nyaris lumpuh total jadi jelas ibu tidak bisa tetap tinggal di rumah lama karena tidak ada yang merawatnya. Kami mulai berembuk semeptara ibu mendengarkan kami disitu lebih banyak berbicang tentang bagaimana biayanya untuk menghidupi ibu daripada merawatnya, sementara kami sibuk bertengkar karena terbawa suasana haru karena ditinggalkan ayah dan rasa bahwa hubungan kekeluargaan kami bisa buyah. Ketika pertengkaran sedang sengitnya terdapat seseorang yang mengetuk pintu, saudara lelaki saya membukanya dan terdapat sebuah koor anak-anak yang menyanyikan lagu natal yang dipimpin oleh pastor yang barusan memimpin upacara pemakaman ayah kami, ia pun terkejut karena tidak mengira rumah ini adalah rumah keluarga kami. Akhirnya kami berdiri membisu mendengarkan lagu "Damai di Bumi", setelah itu saudara lelaki saya yang paling tua berbicara itu adalah ayah yang Mengingatkan kita untuk menjaga tingkah laku dannmengurus kesejahteraan ibu, kata itupun membekas pada hati sehingga pertengkaran berhenti dan akhirnya kami memutuskan agar ibu tinggal di rumah salah satu saudara lelaki kami. 


Selalu ada hikmah dalam sebuah masalah hanya tergantung bagaimana kita memaknai hikmah tersebut untuk membuat kita kembali semangat dalam kesedihan. 



~fin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar