Kisah yang satu ini bercerita tentang seorang siswa yang mengikuti program pertukaran pelajar internasional. Namanya Andrea dia berasal dari Slovakia, ia dapat berbahsa inggris tetapi ia sangat gugup. Singkat cerita Andrea menemukan keluarga sementaranya dalam rangka pertukaran pelajar mereka menyambutnya ketika ia turun dari bus mereka sangat merasa terbuka denganya. Anak-anak dalam keluarga itu sudah terbiasa dengan siswa pertukaran pelajar mereka langsung menghampiri dan memeluknya Andrea merasa aneh karena tidak mengenali kebiasaan peluk-memeluk. Setiap keluarga itu melakukan pelukan Andrea menyukainya ,ia mengnginkannya.
Andrea bercerita tentang kehidupannya di Eropa, sebenarnya Ibunya disana sangat menyayanginya "dengan cara eropa" begiru kata Andrea terakhir kali ia dipeluk oleh ibunya ketika dia masih kecil. Sepanjang musim panas Andrea telah menjadi bagian dari keluarga sementaranya ia mulai menikmati kebahagiaan peluk memeluk dan timbul kesadaran dalam dirinya untuk berbagi pengalaman emosional ini pada ibunya. Akhir bulan Agustus Andrea kembali ke slovakia ia dijemput ibunya di bandara ia tidak menyangka apa yang dialaminya disana, ibunya menyambutnya dengan cara yang biada berbicara sambil tersenyum dan membantunya membawa barang, Andrea menggandeng ibunya dengan kasih sayang dan langsung memeluk ibunya dengan erat ibunya merasa bingung dan tidak tau harus berbuat apa.
Mereka sedikitpun tidak beranjak dari tempat semula di bandara, mereka duduk disitu selama tiga jam mereka menangis dan saling merangkul, mereka bercakap-cakap dan menangis lagi. Berpelukan lagi dan berbicara sambil tak henti-hentinya berbicara. Andrea menulis surat untuk keluarga sementaranya ketika sedang pertukaran pelajar ia berkata akan membesarkan anak-anaknya dengan kebiasaan berpelukan.
Hal yang bisa saya ambil dari kisah ini adalah cara setiap orang mengungkapkan kasih sayang itu tidak selalu sama. Mungkin ada yang hanya tersenyum dan sayang saja kepada orang yang mereka cintai itu sudah cukup, atau malah ada yang hanya dengan berpelukan mereka sudah merasa dicintai dengan tulus seperti Andrea. Entah bagiaman caranya itu menurut saya setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengungkapkan dan menerima rasa kasih sayang dari sesama tetapi bila niat kita sudah tulus untuk mengasihi/mencintai sesama dengan cara kita sendiri niscaya mereka pasti akan menerimanya dengan tulus juga. Kita juga harus mampu dan mau mengasihi sesama karena dengan itu kita sesama manusia bisa merasa satu dalam situasi kesenangan ataupun duka yang dialami, dengan menunjukan rasa kasih sayang kita juga dapat memberi semangat satu dengan yang lain.
fin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar