Hal 68-73
Orang-orang yang secara sukarela membantu pria berumur 89 tahun itu diam-diam merencanakan suatu perayaan banginya. Dokter yang sudah pensiun namun masih aktif itu diamputasi salah satu kakinya dua tahun lalu,baginya tidak mudah menyesuaikan diri pada kehidupan hanya dengan satu kaki, dan boleh dibilang harus selalu duduk di kursi roda. Ruangan dekorasi semarak itu penuh dengan sanak keluarga, teman-teman, dan para relawan. Dokter itu memandang orang-orang yang berkumpul dan melambaikan tangan kearah seorang anak perempuan yang manis dan berumur enam tahun, cucu salah seorang yang membantunya,mengisyaratkan agar anak itu mendekat.
Ia merangkul anak itu, memperkenalkannya kepada hadirin dengan kata-kata, "Dia ini maskotku!" Selanjutnya bercerita bahwa ia takkan bisa melupakan pertemuan pertama mereka. Anak itu menjenguknya dilihat kaki celana dokter itu terlipat di kursi roda, anak itu lantas bertanya dengan suaranya yang manis "mana prostetismu?" ia tercengang mendengar kata itu dikenal oleh anak perempuan itu. Anak itu bercerita ketika umur 3 tahun rumah orangtuanya dimasuki seorang perampok, ia membunuh adiknya yang berumur 17 bulan dan membacok kakinya dengan parang. Pria lansia itu mengatakan bahwa gadis kecil itu membuatnya sadar bahwa ia tidak boleh berkeluh kesah malah dapat bersyukur ia dapat hidup dengan anggota badan lengkap selama 88 tahun.
Disaat kita merasa seperti orang paling menderita di dunia ini mungkin penderitaan itu belum seberapa bagi orang lain yang lebih menderita dari kita tetapi tetap semangat menjalani hidup. Oleh karena itu kita harus bersyukur dengan apa yang kita alami dan punya agar tetap semangat. Selalu ambil sisi positif dari setiap peristiwa!!!
~fin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar