79-84
Pendeta sudah hampir selesai membacakan doa pada upacara pemakaman, tiba-tiba pria berumur 78-tahun yang baru saja kehilangan istrinya yang sudah menemaninya selama 50-tahun meninggal dunia dan baru saja dimakamkan, ia mangeluh "Aku sangat mencintainnya". Keluhnya itu serasa mengganggu ketenangan dalam upacara yang berlangsung ketiga anaknya yang sudah dewasa berusaha menenangkan ayahnya itu, pria itu pelan-pelan menatap peti mati yang dengan pelan-pelan diturunkan ke liang makam, sementara setelah pendeta mengakhiri doanya. Ia mempersilahkan sanak saudaranya untuk menaburkan tanah ke atas peti mati sebagai tandda bahwa maut merupakan hal yang pasti,mereka melakukan hal itu secara bergiliran. Kecuali pria lansia itu ia berkata "Aduh aku sangat mencintainnya!" ketiga anaknya berusaha menenangkanya lagi tetapi ia hanya berkata "Aku mencintainya" lama kelaamaan para hadirin yang datang pun pergi kecuali pria itu yang berdiri menghadap ke liang makam istrinya itu. Sang pendeta pun datang menghampiri dan menyuruhnya untuk merelakan istrinya itu, tetapi ia berkata "Aduh, betapa besar cintaku padanya" keluh pria malang tersebut sambil bersedih. "Anda tidak mengerti",ujarnya pada sang pendeta, "Saya pernah sekali hendak mengatakan itu padanya"
Kelemahan terbesar dari kebanyakan manusia adalah keseganan untuk menyatakan pada orang lain betapa mereka menyayangi orang-orang itu sewaktu mereka masih hidup. Jadi nyatakan lah bentuk cinta kalian masing-masing kepada sesama orang yang kalian cintai entah itu pacar, keluarga, teman, ataupun sesama masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar